Selasa, 11 Desember 2012

Resume pertemuan 09


Hari kamis 6 Desember kelompok 5 memaparkan materi tentang Standarisasi Penilaian Pendidikan.

STANDARISASI PENILAIAN PENDIDIKAN

         Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur,  dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik.

          Penilaian pendidikan dapat dilakukan dengan berbagai hal sepertiUlangan,ulangan harian,ulangan tengah semester,ulangan akhir semester,ulangan kenaikan kelas,ujian sekolah,ujian nasional,kriteria ketuntasan maksimal (KKM).

TEKNIK DAN INSTRUMEN PENILAIAN

          Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.

Jenis-jenis teknik yang dilakukan antara lain:     
  • Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.    
  • Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.
  • Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.


MEKANISME PENILAIAN

      Penilaian hasil belajar pada  jenjang pendidikan  dasar dan menengah dilaksanakan oleh pendidik,  satuan pendidikan,  dan pemerintah. 

      Merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

      Melaksanakan ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas dilakukan oleh pendidik di bawah koordinasi satuan pendidikan.

      Penilaian akhir hasil belajar oleh satuan pendidikan

      Melaksanakan kegiatan ujian

      Melakukan penilaian akhlak mulia, kepribadian, dan penilaian mata pelajaran muatan lokal

      Keikutsertaan dalam kegiatan pengembangan diri

      Menginformasikan hasil penilaian kepada peserta didik

EVALUASI PENDIDIKAN

           Evaluasi merupakan suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan-tujuan pengajaran.
      Evaluasi berkaitan erat dengan pengukuran dan penilaian yang pada umumnya diartikan tidak berbeda (indifferent), walaupun pada hakekatnya berbeda satu dengan yang lain. Pengukuran (measurement) adalah proses membandingkan sesuatu melalui suatu kriteria baku (meter, kilogram, takaran dan sebagainya), pengukuran bersifat kuantitatif. Penilaian adalah suatu proses transformasi dari hasil pengukuran menjadi suatu nilai.

SUBJEK EVALUASI

            Subjek evaluasi dapat dibedakan atas dua jenis yaitu :
  • Evaluator dalam (orang yang ikut terlibat dalam kegiatan).

  • Evaluator luar (orang yang tidak ikut terlibat dalam kegiatan program).
OBJEK EVALUASI

       Untuk dapat mengenal objek evaluasi secara cermat kita perlu memusatkan perhatian kita pada aspek–aspek yang bersangkut paut dengan keseluruhan kegiatan belajar mengajar, Untuk itu kita perlu mengenal model transformasi proses pendidikan formal disekolah.







                       


                                          

Selasa, 04 Desember 2012

Resume pertemuan 07

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
(SKL)


Pada pertemuan ketujuh,22 November 2012 kelompok 3 memaparkan materi tentang standar kompetensi lulusan.Mereka juga menjelaskan bahwa standar kompetensi lulusan menurut Permendiknas No 23 tahun 2006,adalah kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan tersebut meliputi standar kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran.

Berikut ini adalah fungsi utama dari SKL yaitu :
  1. Sebagai batas kelulusan peserta didik
  2. Sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik
  3. Sebagai rujukan untuk penyusunan standar pendidikan lainnya
  4. Sebagai arah peningkatan pendidikan secara mendasar dan holistik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) ialah :
1.  Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja
2.  Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya
3.  Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya
4.  Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) mencakup : Agama dan akhlak mulia,kewarganegaraan dan kepribadian,ilmu pengetahuan dan teknologi,estetika,jasmani,olahraga dan kesehatan.

EVALUASI KURIKULUM
Kurikulum ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.Evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memperbaiki subsantsi kurikulum, prosedur implementasi kurikulum, metode intruksional, serta pengaruhnya pada belajar dan perilaku siswa. 

PELAKSANAAN EVALUASI KURIKULUM
Evaluasi peserta didik, satuan pendidikan, dan program pendidikan dilakukan oleh lembaga mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistemik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan. 






Jumat, 23 November 2012

Resume pertemuan 06

STANDAR ISI
(SI)

Pengembangan Kurikulum adalah Sebuah proses yang merencanakan,menghasilkan suatu alat yang lebih baik dengan didasarkan pada hasil penilaian terhadap kurikulum yang telah berlaku,sehingga dapat memberikan kondisi belajar mengajar yang baik.

Berbagai macam pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum yaitu :
  1. Pendekatan yang berorientasi pada bahan pelajaran
  2. Pendekatan yang berorientasi pada tujuan
  3. Pendekatan dengan pola organisasi bahan
Materi Minimal dan Tingkat Kompotensi Minimal,untuk Mencapai Kompetensi Lulusan Minimal
Memuat :
  1. Kerangka dasar kurikulum
  2. Pengembangan kerangka dasar
  3. Struktur Kurikulum
  4. Beban Belajar
  5. Kurikulum tingkat satuan pendidikane
  6. Kalender Pendidikan
PENGEMBANGAN KERANGKA DASAR
  • Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
  • Mengenai kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  • Menunjukan rasa keingintahuan yang tinggi yang menyadari potensinya
  • Menunjukan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari
  • Menunjukan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
  • Menunjukan kebiasaan hidup bersih,sehat,bugar,aman,dan memanfaatkan waktu luang
  • Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungan
  • Berkomunikasi secara jelas dan santun
PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM

* Berpusat pada potensi,perkembangan,kebutuhan,dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME,berakhlak mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif, dan mandiri.

 * Beragam dan Terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik,kondisim daerah dan jenjang,juga dikembangkan berdasarkan jenis pendidikan tanpa membedakan agama,suku,budaya,dan adat istiadat serta status sosial dan gender.

* Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,teknologi,seni
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu8 pengetahuan,teknologi,dan seni berkembang secara dinamis.

* Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan degan melibatkan pemangku kepentingan untuk menjamin relevansi di pendidikan kemasyarakatan,dunia,usaha,dan dunia kerja.

* Menyeluruh dan berkesinambungan
Keseluruhan dimensi kompetensi,bidang kajian keilmuan,dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.

* Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pegembangan,pembudayaan,dan pemberdayaan peserta didik dan berlangsung sepanjang hayat.

* Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum mdikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.

STRUKTUR KURIKULUM
  1. Merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh siswa dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Kompetensi terdiri dari standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan (SKL).
  3. Muatan lokal dan pengembangan diri merupakan bagian integral dan struktur kurikulum sekolah
  4. Kedalaman muatan kurikulum dituangkan dalan kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum.
BEBAN BELAJAR
Waktu yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan sistem :
  • Tatap Muka
  • Penugasan Terstruktur
  • Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
Sekolah menyelenggarakan program pendidikan dengan sistem paket atau SKS
SKS adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentuikan sendiri jumlah beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester.

Kegiatan Pengembangan Diri
  • Tidak termasuk beban belajar karena substansinya dipilih sendiri oleh peserta didik sesuai degan kebutuhan,minat dan bakat
  • dialokasikan waktu equivalen 2 jam pelajaran.
  • struktur kurikulum yang telah tersusun diselenggarakan dengan menggunakan sistem paket
  • struktur kurikulum untuk digunakan dengan SKS akan disusun tersendiri
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) 
sekolah dan kepala sekolah mengembangkan KTSP dan silabus berdasarkan :
  • kerangka dasar kurikulum dan
  • standar kompetensi
KALENDER PENDIDIKAN
  • Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran.
  • Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran,minggu efektif belajar,dan hari libur.


Resume pertemuan 05


Pada hari kamis tanggal 8 November pertemuan ke-5 diadakan presentasi kelompok.  Mereka menjabarkan mengenai materi Manajemen Berbasis Sekolah.


Manajemen Berbasis Sekolah
(MBS)

MBS adalah model pengelolaan yang memberikan otonomi atau kemandirian kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah.

Berikut ini adalah tujuan dari MBS:
  1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan insiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.
  2. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masayarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.
  3. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua,sekolah,dan pemerintah tentang mutu sekolah.
  4. Mengingkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu pendidikan yang diharapkan.
Manfaat MBS adalah :
  1. Sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi kepada tugas.
  2. MBS mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.
  3. Menjamin layanan pendidikan susuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah.
Manajemen Komponen-Komponen Sekolah

A. Manajemen Kurikulum dan Program pengajaran mencakup : Kegiatan perencanaan,pelaksanaan,dan penilaian kurikulum.

B. Manajemen Tenaga Kependidikan
      Manajemen tenaga kependidikan mencakup :
  • Perencanaan pegawai
  • pengadaan pegawai
  • Pembinaan pegawai
  • Promosi dan Mutasi
  • Pemberhentian pegawai
  • Kompensasi
  • Penilauan pegawai
C. Manajemen Kesiswaan
Manajemen Kesiswaan sedikitnya memiliki tiga tugas utama yang harus diperhatikan :
  1. Penerimaan murid baru
  2. Kegiatan kemajuan belajar
  3. Bimbingan dan pembinaan disiplin
D.Manajemen Keuangan dan Pembiayaan
 Sumber keuangan dan pembiayaan pada suatu sekolah secara garis besar dapat dikelompokan atas tiga sumber yaitu :
  1. Pemerintahan baik pemerintah pusat,daerah maupun kedua-duanya yang bersifat khusus atau umum dan diperuntukan bagi kepentingan pendidikan.
  2. Orang tua atau peserta didik.
  3. Masyarakat baik mengikat manapun tidak mengikat.
E. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
  • Manajemen sarana da prasarana pendidikan bertugas mengatur dan menjaga sarana dan prasarana pedidikan agar dapatb memberikan kontribusi secara optimal dan berarti pada jalannya proses pendidikan.
  • Kegiatan pengelolaan ini meliputi kegiatan perencanaan,pengadaan,pengawasan,penyimpanan,inventarisasi,dan penghapusan serta penataan.
F. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain untuk:
  1. Memajukan kualitas pembelajaran dan pertumbuhan anak.
  2. Memperkokoh tujuan serta meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan masyarakat.
  3. Menggairahkan masyarakat untuk memnjalin hubungan dengan sekolah.
G. Manajemen layanan khusus
Manajemen layanan khusus meliputi : manajemen perpustakaan,uks,dan keamanan sekolah.

Permendiknas No.19 tahun 2007
  • Permendiknas No.19 tahun 2007 ini merupakan penjelasan dari PP No.19 tahun 2005 mengenai standar pengelolaan.Permen ini membahas standardisasi,pengelolaan pendidikan yang diselenggrakan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah.







g.

Senin, 22 Oktober 2012

Resume pertemuan 04

Pada pertemuan keempat ini beliau menjelaskan tentang Pendidikan Untuk Semua (Education for all).Dimana hak mendapat pendidikan itu tidak dibatasi tidak hanya orang dewasa saja,bahkan dari mulai bayi hingga tua pun masih layak mendapat pendidikan.Pendidikan itu hanya bisa didapat dari orang dewasa itu menurut saya pribadi.

EDUCATION FOR ALL (pendidikan untuk semua)

Deklarasi universal HAM "setiap orang memiliki hak-hak untuk pendidikan.Ya seperti yang saya jelaskan diatas,kalau menurut saya juga pendidikan untuk semua hampir sama dengan pendidikan seumur hidup.Berikut adalah pasal-pasal yang terkait dengan pendidikan untuk semua yaitu :
Undang-Undang dasar 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2 merangkan bahwa

  • Ayat 1,bunyi : Setiap warga berhak mendapat pendidikan
  • Ayat 2,bunyi : Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintahan wajib membiayainya
MDGS (Millenium Development Goals)

Kesepakatan bersama antara negara-negara berkembang dan maju.Negara-negara berkembang berkewajiban untuk melaksanakannya,termasuk salah satunya Indonesia dimana kegiatan MDGS di Indonesia mencakup pelaksanaan kegiatan monitoring MDGS.Sedangkan negara-negara maju berkewajiban mendukung dan memberikan bantuan terhadap upaya keberhasilan setiap tujuan dan target MDGS.

Tujuan dari MDGS ialah:
  1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan
  2. Mencapai pendidikan untuk semua
  3. Mendorong kesejahteraan gender dan pemberdayaan perempuan
  4. Menurunkan angka kematian anak
  5. Meningkatkan kesehatan ibu
  6. Memerangi HIV/AIDS,malaria dan penyakit menular lainnya
  7. Memastikan kelestarian lingkungan hidup
  8. Mengembangkan kemitraan nglobal pembangunan
PP 17/2010 tentang pendidikan layanan khusus
Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil dan mengalami bencana alam,bencana sosial,tidak mampu dari segi ekonomi.Bertujuan menyediakan akses pendidikan bagi peserta didik agar haknya terpenuhi.

Bentuk layanan:
  • Formal : sekolah biasa,sekolah terbuka
  • Non formal : calistung,keterampilan,PAKET ABC
  • Informal
Pendidikan layanan khusus pada jalan pendidikan formal diselenggarakan dengan cara menyesuaikan waktu tempat,sarana dan prasarana pembelajaran,pendidik,tenaga kependidikan dan sumber daya pembela lainnya dengan kondisi kesulitan peserta didik

Senin, 15 Oktober 2012

Resume pertemuan 03

Pada pertemuan yang ketiga ini saya akan meresume materi kuliah yang disampaikan oleh bapak Amril tentang peraturan perundang-undangan sistem pendidikan nasional.Diawali dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 sistem pendidikan nasional.Pada tahun 1998 terjadi reformasi perubahan tata kelola pemerintahan.Sebelum 1998 terjadi proses sentralisasi yaitu : semua kebijakan-kebijakan ditentukan oleh pemerintah pusat.Lalu setelah tahun 1998 sistem pemerintahan yang ada di Indonesia berubah menjadi desentralisasi yaitu : semua kebijakan dilimpahkan kepada dewan otonom kecuali hukum,luar negeri,kehakiman,moneter,agama.Selain yang diatas termasuk desentralisasi,misalnya pendidikan.

Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tangung jawab orang tua,masyarakat dan lingkungan sesuai dengan UU RI. 2003.Sebelum adanya undang-undang no 23 tahun 2003 ada juga UU no.2 tahun 1989.Perbedaan antara UU No 2 tahun 1989 dengan UU NO 23 tahun 2003 adalah:

  • Pada pasal 14, jenjang pendidikan formal terdiri atas pendidikan dasar,pendidikan menengah,dan pendidikan tinggi
  • kurikulum
  • Pasal 42 tentang sertifikasi guru
  • Pendanaan pendidikan
  • Badan hukum
  • Sanksi atau ketentuan pidana
  • Hak dan kewajiban,warga negara,orang tua,masyarakat,pemerintah.
Ada 8 standar pendidikan nasional menurut undang-undang tahun 2003 yaitu :
  1. Standar isi
  2. Standar proses
  3. Standar kompetensi lulusan
  4. Standar tenaga pendidik, tahun 2015 semua guru harus S1
  5. Standar sarana dan prasarana
  6. Standar pengelolaan
  7. Standar pembiayaan
  8. Standar penilaian pendidikan, contoh:KTSP ( kurikulum tingkat satuan pendidikan) adalah kurikulum yang dibuat oleh masing-masing tingkat satuan pendidikan
pembiayaan pendidikan meliputi 3 macam yaitu,operasional,personal,investasi yakni:
  1. Biaya operasional contohnya seperti dana BOS termasuk APBN (dihitung sesuai dengan jumlah siswa),BOP termasuk APBD,kalau di madrasah namanya BOMM (biaya operasional mutu madrasah)
  2.  Biaya personal,contohnya BKM seperti seragam,buku dll.
  3. Biaya investasi,berhubungan dengan perkembangan sumber daya manusia,sarana dan prasarana
A. Pendanaan Pendidikan
dana pendidikan minimal 80 % ari APBN pada struktur pendidikan dan minimal 20 % dari APBD.
B. Pengelolaan Pendidikan
adanya satuan pendidikan yang bertaraf internasional.
C. SNP juga diatur pada:
  • PP no 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan
  • perpes no 8 tahun 2012 tentang kerangka kualifikasi nasional indonesia.Dimana hasil akhir pendidikan S1 yang berada di level 6 di harapkan mengaplikasikan keahlian,mampu mengambil keputusan yang tepat,dan bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri



Rabu, 10 Oktober 2012

Resume pertemuan 02

hi guys..baru pulang kuliah nih gue capee pisan tadi dijalan macet banget,nyampe rumah buka leptop langsung posting deh.. masih materi tentang CIBI.disini hanya sekedar resume,jadi kalian kalau pengen tau lebih detail bisa googling ya teman-teman ^_^ oke lanjut...



CIBI (Cerdas Istimewa Bakat Istimewa)

  • pengertian

 CIBI dalam bahasa inggris berarti gifted-talented,yang dimaksud dengan gifted-talented adalah kemampuan bawaan berupa potensi yang menunjukan pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis/secara terurut.

 jadi,jika anak yang memiliki cerdas istimewa bakat istimewa itu adalah sebuah anugerah dari alloh swt dan tidak semua anak bisa memilikinya.Tentunya anak CIBI itu perlu mendapatkan pendidikan secara khusus jadi tidak bisa sembarangan masuk ke sekolah-sekolah biasa.Karna anak tersebut bisa bermasalah dengan guru yang ada di sekolah itu.Cenderung anak CIBI itu dikategorikan sebagai anak yang mempunyai IQ diatas 130.Disini akan dikelompokan anak berdasarkan hasil tes IQ yaitu :

  • 115-130 dikategorikan anak yang superior
  • 100-115 dikategorikan anak yang normal
  • 85-100 dikategorikan anak yang lambat belajar
  • 70-85 dikategorikan anak yang memiliki grahita ringan
  • 55-70 dikategorikan anak yang memiliki grahita sedang
  • dibawah 55 dikategorikan anak yang memiliki grahita berat
  • diatas 145 dikategorikan sebagai anaki jenius
Anak CIBI biasanya dipengaruhi oleh:
  • Genetik (nature),intelegensi,IQ
  • Lingkungan (narture) kreatifitas,task komitmen (disiplin)
  • kreatifitas muncul karna keterbatasan,misalnya dikampung saya waktu itu ada acara sebuah festival band.dimana-mana pasti ada panggung untuk mereka tampil didepan,tapi sebuah panggung itu sudah biasa jadi bikin konsep yang berbeda yaitu panggungnya dibuat lesehan agar terkesan menarik karna memang baru ada seperti itu dikampung saya.
  • task komitmen,kesedian jika sudah janji harus ditepati
  • mengalami kondisi disinkronitas.perkembangan fisik dan psikis,perkembangan mental dan umur kronologis
  • makin tinggi skor IQ makin tidak sinkron dengan sosial emosionalnya
Beberapa ragam kemampuan yaitu:
  1. Intelektual abilities : pengelohan informasi dan berpikir abstrak.
  2. Creativity abilities : kepekaan terhadaprangsangan,kelancaran,flexibilitas,keterbukaan terhadap pengalaman,kemauan untuk mengambil resiko.
  3. Sosial competence: keterampilan melibatkan dengan respons,terutama kemampuan untuk mendapatkan tanggapan positif dari orang lain.
  4. Musikalitas: kepekaan pengetahuan bakat seseorang terhadap musik.
  5. Artistic abilities: mampu menciptakan sesuatu tanpa bantuan dari apapun.
  6. Practical intelegence: menemukan hal-hal yang paling cocok antara mereka dan tuntutan.

Sabtu, 29 September 2012

SMAN 5 Kupang Buka Program CIBI


"Hello smuanya... kembali lagi bersama saya ,kali ini saya akan post artikel tentang CIBI.CIBI disini bukan singkatan dari cherybelle loh hehehee... :D CIBI disini singkatan dari Cerdas Istimewa Bakat Istimewa.Ayooo siapa saja dari kalian yang suda dikategorikan sebagai anak CIBI dan di sekolahnya sudah dibuka program tersebut.selamat... kalian beruntung semoga sukses dan programnya berjalan dengan lancar yayayaa... :)
Next.. dibawah akan dijelaskan artikel nya.monggo.. dibaca,jangan lupa senyum dulu :) "
 


MAN 5 Kupang pada Tahun Ajaran 2012-2013 membuka Program Cerdas Istimewa, Bakat Istimewa (CIBI) atau yang dikenal dengan kelas akselerasi untuk mendidik siswa yang memiliki kemampuan IQ di atas 130. Untuk itu, pada penerimaan siswa baru, sekolah juga melaksanakan tes psikologi kepada para siswa.Demikian dikatakan Kepala SMAN 5 Kupang, Prayitno kepada VN, Sabtu (14/7). Dia mengatakan, pembukaan kelas akselerasi baru bisa terlaksana jika jumlah siswanya lebih dari enam orang. Dia menjelaskan, kelas akselerasi dibuka untuk mendidik anak dengan kemampuan lebih. Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Dinas PPO NTT, Falentinus Bhalu kepada VN mengatakan, untuk NTT terdapat 19 sekolah sudah memiliki program CIBI yang dulunya disebut kelas akselerasi. Sekolah itu terdiri dari dua SD, sembilan SMP, dan delapan SMA.

Bhalu mengatakan, program ini memberi kesempatan kepada siswa yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa yang penilaiannya dilakukan dengan tes psikologi di atas 125. Program ini membutuhkan fasilitas sarana pendukung yang memadai serta SDM tenaga guru yang terus meningkatkan kompetensinya melalui berbagai pelatihan.

“Dalam program CIBI, siswanya harus dilibatkan dalam kegiatan organisasi sekolah agar hubungan sosial, etika, dan saling menghargai antar teman dan guru di sekitarnya tetap terjaga untuk menekan ego anak yang merasa dirinya lebih hebat dari teman lain,” katanya. 
 
Dia mengatakan, ada 19 sekolah penyelengggara CIBI terdiri dari SD NCIPS Kupang yang diselenggarakan Yayasan Servas Mario dan SDK Santo Yoseph 3 Kota Kupang.Sedangkan tingkat SMP yaitu SMPN 1 Kupang, SMPN 2 Kupang, SMPK Theresia Kupang, SMP NCIPS Kupang, SMPK Mercusuar Kupang, SMPN 1 Sumba Timur, SMPN 1 Soe, SMPN 1 Rote, dan SMPN 1 Sikka.

Untuk SMA yaitu SMUK Giovanni Kupang, SMAN 1 Kupang, SMAK Mercusuar, SMA NCIPS Kupang, SMA St. Pieter Kupang, SMA Bhatiyaksa Maumere, SMA 1 Ruteng dan SMA Setia Bakti Ruteng.Program CIBI tidak berjenjang di daerah yang ada sehingga tidak berkesinambungan. Dia mncontohkan di Sikka, hanya ada di SMP sedangkan SMA tidak ada program CIBI.Ke depan diharapkan sekolah pelaksana program CIBI bisa dimulai dari SD sampai SMA dengan jumlah yang sama banyak di setiap daerah agar bisa berjenjang dan berkesinambungan.

Sumber:

Komen:
Saya setuju dengan adanya program CIBI ini. Semoga program CIBI ini bisa merata di seluruh Indonesia. Serta program CIBI ini tidak direalisasikan di kota-kota besar saja, tapi sudah masuk ke pelosok-pelosok di luar kota besar. Saya yakin sebenarnya masih banyak potensi-potensi siswa yang bisa masuk akselerasi di luar kota-kota besar. Dan apa yang dikatakan oleh Bhalu bahwa baru ada 19 sekolah yang mengadakan program CIBI di Kupang bisa ditingkatkan lagi jumlah sekolah penyelenggaranya. Untuk mengadakan kelas Akselerasi juga pasti butuh guru-guru tenaga pengajar yang mumpuni biar tidak kalah oleh siswa-siswi akselerasi. Jangan lupa juga dalam pelaksanaan program CIBI ini tidak disalahgunakan oleh penyelenggara. Jangan sampai program ini sebagai batu loncatan untuk menyelewengkan dana pengadaan sarana pelaksanaan CIBI ini. Semoga bersih dan CIBI ini sukses di Indonesia dan bisa menghasilkan manusia cerdas dan berbakat istimewa di seluruh Indonesia.

Selasa, 18 September 2012

Resume Pertemuan 01

Salam sejahtera dan salam manis buat yang baca. Sebelum lanjut ke materi, nge-pantun dulu nih broo.. :-D

    * Bandung dulu
      Baru Jakarta
      Senyum dulu
      Baru dibaca

okkee.. sobat2 smua, bapak, ibu, mba, mas yang saya hormati.. saya disini akan menjelaskan materi tentang profesi kependidikan. Nah.. disini akan dijelaskan beberapa pengertian meliputi:
  1. Profesional
  2. Profesionalisme
  3. Profesi

Pertama, profesional yaitu orang yang hebat disuatu bidang, tentunya di bidang pekerjaan dong.. orang tidak bisa disebut profesional jika dia tidak punya ilmu/knowledge skill. Dikatakan profesional bila dijadikan sumber pencaharian, dan pastinya full time bukan part time. Sepenuhnya waktu mereka untuk bekerja, mengamalkan ilmunya kepada orang lain, serta mempunyai etika. Kalau orang tersebut tidak punya etika pasti asal-asalan dan cara mereka bekerja pun mungkin tidak di hargai orang. Orang profesional pasti akan dihargai, disukai orang karena kemampuannya yang hebat di segala bidang.

Kedua, profesionalisme yaitu tingkah laku, kepakaran atau kualiti dari seseorang yang profesional (Longman, 1987). Seseorang yang memiliki jiwa profesionalisme senantiasa mendorong dirinya untuk mewujudkan kerja-kerja yang profesional.

Ketiga, profesi yaitu suatu pekerjaan yang memerlukan pelatihan, sebelum kita memperoleh suatu pekerjaan otomatis kita belajar, berlatih supaya kita mahir dalam bidangnya. Contoh: Guru sebelum dia mendapat profesi guru, sebelum'a dia sekolah hingga perguruan tinggi dia terus mencari ilmu dan berbagai pengalaman. Ada pendidik dan tenaga pendidik, *pendidik adalah orang yang berhadapan langsung dengan peserta didik. Contoh:guru mengajar siswa di sekolah, dosen mengajar mahasiswa di kampus, tutor mengajar di sebuah lembaga bimbingan belajar, ustadz mengajar anak mengaji di mushola atau mesjid. Seorang ustadz itu bukan sebuah profesi karna tidak menghasilkan uang. *tenaga pendidik yaitu orang yang mendukung proses pembelajaran agar efektif, contoh:administrator, kepala sekolah, rektor, teknis, laboran, pustakawan, teknisi sumber belajar, pengawas (manajerial, akademik).

Ada beberapa macam type-type pengetahuan:
  • Faktual
Pengetahuan yang berisi elemen-elemen dasar yang harus siswa ketahui ketika mereka harus mencapai atau menyelesaikan suatu masalah, elemen-elemen dasar tersebut bisa berupa simbol. Contoh: pengetahuan tentang alfabeth, siswa sebelum bisa menulis dan membaca mereka harus mengetahui alfabeth itu apa. Alfabeth itu adalah sebuah huruf abjad dari A-Z.
  • Konseptual
Pengetahuan konseptual meliputi pengetahuan kategori dan klasifikasi serta hubungannya dengan dan diantara mereka lebih rumit, dalam bentuk pengetahuan yang tersusun. Contoh: rotasi bumi mengelillingi matahari.
  • Prosedural
Pengetahuan bagaimana melakukan sesuatu. Contoh: pengetahuan keterampilan melukis menggunakan cat air. Sebelum melukis kita harus menggambarkan apa yang mau dilukis, setelah itu mencoba menggambar di sebuah papan. Setelah gambar tersebut jadi pasti diwarnai menggunakan cat air, agar terkesan indah, bagus dilihat.
  • Metakognisi
Pengetahuan mengenai pengertian umum maupun pengetahuan mengenai salah satu pengertian itu sendiri. Contoh: Pengetahuan buku sumber yang sulit untuk dipahami dibandingkan dengan buku biasa atau buku teks umum.

Disini, saya akan memberitahu tugas seorang guru:
  1. Explorasi, sebelum guru memberi materi yang mau diajarkan kepada siswanya, terlebih dahulu memperdalam, menguasai materi tersebut agar maksimal ketika disampaikan.
  2. Elaborasi, diuraikan kecil-kecil seperti guru akan menjelaskan bagian-bagian dari komputer, terdiri dari hardware, software, brainware. Hardware (perangkat keras) ada cpu, keyboard, monitor, scanner dll. Software (perangkat lunak) ada OS dll. Brainware (orang yang menggunakannya).

Kata-kata mutiara
Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Di saat kita mengalami kegagalan tersebut jangan pernah menyerah karena itu adalah sebuah motivasi untuk menjadi lebih baik dan saatnya membangun diri untuk semangat. Cayoooo... :-)

Sabtu, 15 September 2012